GRATIS ONGKOS KIRIM - Ke Seluruh Indonesia

Blog Elzatta — Fashion

Kenal Lebih Jauh dengan Voal (2)

Scarf voal sebetulnya dibuat dari bahan katun yang ditambah sedikit poliester agar tidak mudah kusut.

Konstruksi tenunan bahan voal yang tidak terlalu rapat, menjadikannya punya banyak celah. Ini membuat udara luar mudah masuk dan kelembaban tubuh lebih cepat menguap, sehingga kepala terasa adem. Karena itulah bahan voal sangat nyaman.

Kenyamanan ini ditunjang dengan kelembutan bahan voal saat dipegang. Kadar lembutnya bisa diatur dalam proses yang disebut 'finishing". Dalam proses ini, zat-zat tertentu ditambahkan lalu disempurnakan dengan proses penghalusan bahan.

Jangan heran bila ada scarf voal yang harganya di bawah Rp50 ribu, atau justru mencapai ratusan ribu rupiah, proses finishing inilah yang membedakannya. Semakin mahal scarf voal (terlepas dari mereknya), semakin lembut pula teksturnya. Biasanya ini diproses dengan finishing yang lebih kompleks dan butuh lebih banyak biaya.

Banyak pilihan voal, pastikan Fams memilihnya sesuai selera dan kemampuan ya!

Kenal lebih jauh dengan VOAL (1)

"Bahasa pasar" adalah istilah yang sering didengar dari penjual-penjual di berbagai tempat, pasar atau toko yang artinya sering berbeda dari arti yang sebenarnya.

Istilah fashion banyak sekali yang melenceng agak jauh dari arti sebenarnya. Ambil contoh "VOAL". Bagi yang berhijab, pasti sering mendengar, atau bahkan memiliki scarf atau kerudung segiempat berbahan voal. Kerudung segiempat berjenis bahan "voal" memang sedang digemari, karena bahannya nyaman dan mudah dibentuk, sehingga bisa tegak di bagian dahi.

Tapi apa sebenarnya "VOAL" itu?

Kata VOAL ditemukan dalam Bahasa Rumania dan Bahasa Perancis. Hanya saja dalam Bahasa Perancis, penulisannya “VOILE”. Namun demikian, keduanya memiliki arti yang sama, yaitu “KERUDUNG”. Jadi voal bukan jenis bahan, melainkan “kerudung”.

Sementara itu, pasar mengartikan VOAL sebagai bahan katun agak tipis dan ringan. Dengan dibentuknya arti seperti ini, VOAL pun dianggap bahan yang nyaman dan sesuai untuk iklim Indonesia yang tropis. Tak heran, bila kerudung segiempat berbahan VOAL langsung jadi favorit di kalangan muslimah berhijab. Apalagi sekarang motif kerudung segiempat banyak sekali ragamnya dalam pilihan warna yang luar biasa cantik.

Supaya Kerudung Awet, Begini Caranya

Fams, sudah punya berapa koleksi kerudung di rumah? Hem, pasti banyak. Koleksi ini sebaiknya dirawat dengan baik agar lebih awet. Caranya bagaimana? Yuk simak kiat-kiat dari saya!

  1. Pencucian

Cuci bahan kerudung segiempat dengan tangan dan tidak perlu dikucek terlalu keras karena bahan kerudung umumnya lembut. Cukup direndam selama 15 menit dalam air bersabun lembut (bukan deterjen bubuk karena bahan kimianya keras). Saya sendiri memilih sabun cuci cair yang sudah ada campuran pewangi untuk mencucinya. Khusus kerudung berbahan sutera, saya pakai shampo bayi. Setelah direndam, segera bilas ringan, jangan didiamkan semalaman.

  1. Pengeringan

Sehabis dicuci segera dijemur. Perhatikan lokasinya ya, jangan di bawah sinar matahari langsung, apalagi untuk kerudung berbahan sutera, bisa menguning bila terkena efek sinar UV.

  1. Penyetrikaan

Pasang temperatur setrika di titik medium saja. Karena bahan kerudung biasanya tidak mudah kusut. Bahkan ada beberapa bahan kerudung segiempat, misalnya polyspun yang bisa langsung dipakai tanpa harus disetrika terlebih dulu. Untuk menghemat waktu dan terlihat lebih rapi, bagi yang menyimpan kerudung dalam posisi dilipat, sebaiknya tidak menyetrika bagian lipatannya. Karena akan meninggalkan bekas lipatan di bagian tengah yang tegak saat dikenakan dengan model segitiga.

  1. Penyimpanan

Untuk kerudung yang dibuat dari 100% bahan katun atau wol, pastikan kondisinya betul-betul kering saat disimpan, agar tidak mengundang ngengat (serangga kecil). Kerudung segiempat dan pasmina sebaiknya disimpan dengan cara digantung. Gantungan khusus kerudung banyak ragamnya, ada yang berupa hanger satuan (tapi lebih makan tempat), ada juga yang 1 gantungan terdiri dari beberapa bulatan tempat menggantung kerudung (multi). Saya memilih untuk menggantung kerudung segiempat di gantungan multi dengan menyusunnya sesuai gradasi warna, Hal ini memudahkan saya ketika memilih untuk dipadankan dengan warna busana. Pasmina dan bergo instan dari bahan kaus atau rajut, saya anjurkan untuk disimpan dengan cara dilipat atau digulung agar tidak cepat mulur.

Ayo, lakukan hal ini mulai dari sekarang. Sayangi koleksi kerudungmu agar bisa sempurnakan penampilanmu.

Samakah Rajut & Kaus?

Banyak orang mengira, kalau rajut dan kaus itu berbeda. Padahal jika dilihat dari konstruksi benang, keduanya adalah jenis yang sama. Kok bisa?

Bahan rajut yang selama ini banyak ditemui pada sweater atau baju hangat, seringkali dianggap berlainan dengan bahan kaus yang dipakai untuk membuat t-shirt. Bila dilihat lebih cermat, keduanya punya konstruksi benang yang sama, yaitu saling mengait. Hal ini berbeda dengan bahan tenun yang konstruksi benangnya saling menganyam. Jadi sebenarnya, rajut dan kaus adalah tipe bahan yang sama. Keduanya dikelompokkan dalam bahan knitted atau rajut dalam Bahasa Indonesia.

Bahan rajut punya banyak macam. Pernah mendengar bahan jersey atau rib? Nah keduanya termasuk dalam tipe bahan rajut. Dasarnya sama, saling mengait tetapi dengan konstruksi yang sedikit berbeda.

Lalu spandex, ini juga keliru jika disebut sebagai "bahan". Karena spandex itu hanya seutas benang yang ditambahkan dalam konstruksi rajut agar elastisitasnya lebih lentur. Sebetulnya tanpa spandex, bahan rajut sudah elastis karena konstruksi benangnya saling mengait sehingga bisa mulur ketika ditarik.

Sifat elastis inilah yang membuat tunik dan gamis elzatta, yang disebut terbuat dari bahan "spandex" atau "jersey", terasa nyaman dan sesuai untuk semua postur tubuh, selain tentunya karena bahannya lembut.

Nah, tulisan ini sekadar pengetahuan buat Fams, agar saat mendengar “istilah” yang salah, Fams sudah mengetahui yang sebenarnya. Begitulah, kadang "bahasa pasar" berbeda dengan "bahasa ilmu/ teori".

Begini Membedakan Bahan Tenun dan Kaus

Menyebut "kain" untuk bahan bukan kaus atau rajut dan tidak stretch, sebenarnya salah kaprah, yang benar adalah "tenun". Ini karena konstruksi bahan yang ditenun atau dianyam mirip sebuah tikar. Benang yang terbentang searah panjang kain, dianyam dengan benang searah lebar kain sehingga bisa ditarik dari semua sisi namun tidak bisa ditarik mulur.

Sementara bahan kaus, konstruksinya rajut, di mana benang yang membentuknya, saling berkaitan. Bahan ini hanya bisa ditarik dari satu sisi, dan ketika ditarik satu benangnya, maka semua ikatannya akan segera terlepas, persis adegan di film-film kartun.

Baik kain maupun kaus, keduanya banyak dipakai untuk membuat jilbab, gamis maupun tunik. Untuk perawatannya, menyesuaikan dengan kandungan yang menyertai bahan-bahan ini. Kandungan katun pastinya berbeda treatment-nya dengan kandungan polyester.

Buat kerudung yang berasal dari tenun maupun kaus, baiknya dicuci manual dengan tangan saja. Dan untuk menjemurnya, khusus kerudung kaus, hindari untuk menggantungnya ataupun menyampirkannya di tali jemuran, tapi letakkan pada bidang mendatar agar tidak mulur memanjang.

Semoga bermanfaat ya!