GRATIS ONGKOS KIRIM - Ke Seluruh Indonesia

Blog Elzatta — Serba-serbi

Serba-Serbi 8

8 Keuntungan Pakai Scarf Elzatta

  1. Bahan yang nyaman, di kepala, leher dan telinga.
  2. Bahan yang mudah dibentuk, tegak di bagian dahi.
  3. Tidak mudah kusut.
  4. Tidak perlu disetrika setelah dicuci, sehingga bisa langsung pakai begitu kering dijemur.
  5. Pilihan warna yang banyak dari 1 desain.
  6. Banyak variasi jenis bahan, jadi bisa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.
  7. Pilihan motif bermacam-macam sesuai selera.
  8. Desain motif yang eksklusif, tidak pasaran.

 

8 Cara Penyimpanan Kerudung

  1. Scarf atau kerudung segiempat bisa digantung dengan dilipat memanjang 3x sampai membentuk persegi panjang.
  2. Scarf juga bisa ditumpuk dengan dilipat tangan terlebih dahulu beberapa kali hingga membentuk lipatan segi empat yang lebih kecil.
  3. Pasmina atau selendang digulung dan disusun pada kotak tersendiri.
  4. Bergo digantung dengan bagian pet diletakkan di gantungan.
  5. Bergo juga bisa digulung. Dua sisi badan bergo dilipat ke tengah, lalu gulung dari bagian bawah mengarah ke atas, sisakan bagian pet untuk menyimpan gulungan di dalamnya.
  6. Jenis gantungan kerudung bervariasi: bisa yang bulat khusus untuk kerudung, bisa gantungan untuk dasi atau gantungan baju biasa.
  7. Lipat dengan tangan setiap kerudung yang telah selesai disetrika licin seluruh permukaan Jangan beri tekanan (setrika) pada setiap lipatannya, untuk menghindari garis bekas lipatan ketika dipakai.
  8. Pastikan bahan sudah benar-benar kering ketika diletakkan dalam tempat penyimpanan. Beri kapur barus untuk mempertahankan kesegaran kerudung.

 

8 Cara Memakai Gamis Agar Nyaman dan Gaya

  1. Pakai inner katun kaus terutama jika bahan gamis berbahan chiffon, crepe, balotelli, peach skin dan yang sejenis.
  2. Pakai juga inner kaki sesuaikan dengan jenis bahan Khusus bahan gamis yang "see through" pilih legging model jogger untuk lapisan. Adapun gamis bahan tebal, cukup pakai legging.
  3. Pastikan panjang gamis mencapai persis bawah mata kaki saat tidak beralas kaki.
  4. Kenakan outer untuk menutupi bagian yang dianggap perlu saat memakai gamis berbahan agak tipis. Hindari memakai inner berlapis-lapis yang sering bikin gerah.
  5. Pilih gamis warna gelap untuk kesan lebih langsing.
  6. Untuk kesan lebih tinggi, pakai kerudung dan gamis dalam padanan warna senada.
  7. Perhatikan detail pleats atau ruffle pada gamis, jangan sampai posisinya justru di bagian yang seharusnya tidak ada detail karena bisa memberi kesan gemuk.
  8. Jika ukuran yang biasa dipakai tidak tersedia, pilih yang lebih besar. Karena faktor kenyamanan fitting adalah hal yang tidak boleh disepelekan.

 

8 Aksesoris Penunjang Penampilan

  1. Sepatu dan tas bisa jadi statement karakter diri, baik itu santai, anggun, feminin, tomboy, atau profesional.
  2. Jangan ragu pakai sneakers atau sepatu sport saat mengenakan busana bergaris feminin.
  3. Utamakan fungsi saat memilih tas, baru kesesuaian dengan tampilan keseluruhan.
  4. Kalung panjang bisa memberi kesan lebih rapi atau lebih "dandan" dengan busana yang simpel potongannya.
  5. Scarf atau selendang bisa disampirkan di bahu dan dipakai sebagai aksesoris tambahan, agar lebih stylish.
  6. Sesuaikan bros dengan occassion. Pilih bros berukuran kecil namun beraksen kuat.
  7. Jika tidak ingin menambahkan sesuatu yang bikin ribet, cukup pakai ciput dengan aksen tertentu, seperti renda, atau ciput yang "dicubit" di bagian dahinya atau pakai yang kontras dengan warna kerudung. Fungional sekaligus jadi aksesoris.
Penggunaan ikat pinggang harus lebih hati-hati` hindari bahan ikat pinggang stretch karena bisa memperlihatkan lekuk pinggang. Lebih baik pakai dengan cara dibuat longgar dan jatuh natural di pinggul.

Kenal Lebih Jauh dengan Voal (2)

Scarf voal sebetulnya dibuat dari bahan katun yang ditambah sedikit poliester agar tidak mudah kusut.

Konstruksi tenunan bahan voal yang tidak terlalu rapat, menjadikannya punya banyak celah. Ini membuat udara luar mudah masuk dan kelembaban tubuh lebih cepat menguap, sehingga kepala terasa adem. Karena itulah bahan voal sangat nyaman.

Kenyamanan ini ditunjang dengan kelembutan bahan voal saat dipegang. Kadar lembutnya bisa diatur dalam proses yang disebut 'finishing". Dalam proses ini, zat-zat tertentu ditambahkan lalu disempurnakan dengan proses penghalusan bahan.

Jangan heran bila ada scarf voal yang harganya di bawah Rp50 ribu, atau justru mencapai ratusan ribu rupiah, proses finishing inilah yang membedakannya. Semakin mahal scarf voal (terlepas dari mereknya), semakin lembut pula teksturnya. Biasanya ini diproses dengan finishing yang lebih kompleks dan butuh lebih banyak biaya.

Banyak pilihan voal, pastikan Fams memilihnya sesuai selera dan kemampuan ya!

Kenal lebih jauh dengan VOAL (1)

"Bahasa pasar" adalah istilah yang sering didengar dari penjual-penjual di berbagai tempat, pasar atau toko yang artinya sering berbeda dari arti yang sebenarnya.

Istilah fashion banyak sekali yang melenceng agak jauh dari arti sebenarnya. Ambil contoh "VOAL". Bagi yang berhijab, pasti sering mendengar, atau bahkan memiliki scarf atau kerudung segiempat berbahan voal. Kerudung segiempat berjenis bahan "voal" memang sedang digemari, karena bahannya nyaman dan mudah dibentuk, sehingga bisa tegak di bagian dahi.

Tapi apa sebenarnya "VOAL" itu?

Kata VOAL ditemukan dalam Bahasa Rumania dan Bahasa Perancis. Hanya saja dalam Bahasa Perancis, penulisannya “VOILE”. Namun demikian, keduanya memiliki arti yang sama, yaitu “KERUDUNG”. Jadi voal bukan jenis bahan, melainkan “kerudung”.

Sementara itu, pasar mengartikan VOAL sebagai bahan katun agak tipis dan ringan. Dengan dibentuknya arti seperti ini, VOAL pun dianggap bahan yang nyaman dan sesuai untuk iklim Indonesia yang tropis. Tak heran, bila kerudung segiempat berbahan VOAL langsung jadi favorit di kalangan muslimah berhijab. Apalagi sekarang motif kerudung segiempat banyak sekali ragamnya dalam pilihan warna yang luar biasa cantik.

Supaya Kerudung Awet, Begini Caranya

Fams, sudah punya berapa koleksi kerudung di rumah? Hem, pasti banyak. Koleksi ini sebaiknya dirawat dengan baik agar lebih awet. Caranya bagaimana? Yuk simak kiat-kiat dari saya!

  1. Pencucian

Cuci bahan kerudung segiempat dengan tangan dan tidak perlu dikucek terlalu keras karena bahan kerudung umumnya lembut. Cukup direndam selama 15 menit dalam air bersabun lembut (bukan deterjen bubuk karena bahan kimianya keras). Saya sendiri memilih sabun cuci cair yang sudah ada campuran pewangi untuk mencucinya. Khusus kerudung berbahan sutera, saya pakai shampo bayi. Setelah direndam, segera bilas ringan, jangan didiamkan semalaman.

  1. Pengeringan

Sehabis dicuci segera dijemur. Perhatikan lokasinya ya, jangan di bawah sinar matahari langsung, apalagi untuk kerudung berbahan sutera, bisa menguning bila terkena efek sinar UV.

  1. Penyetrikaan

Pasang temperatur setrika di titik medium saja. Karena bahan kerudung biasanya tidak mudah kusut. Bahkan ada beberapa bahan kerudung segiempat, misalnya polyspun yang bisa langsung dipakai tanpa harus disetrika terlebih dulu. Untuk menghemat waktu dan terlihat lebih rapi, bagi yang menyimpan kerudung dalam posisi dilipat, sebaiknya tidak menyetrika bagian lipatannya. Karena akan meninggalkan bekas lipatan di bagian tengah yang tegak saat dikenakan dengan model segitiga.

  1. Penyimpanan

Untuk kerudung yang dibuat dari 100% bahan katun atau wol, pastikan kondisinya betul-betul kering saat disimpan, agar tidak mengundang ngengat (serangga kecil). Kerudung segiempat dan pasmina sebaiknya disimpan dengan cara digantung. Gantungan khusus kerudung banyak ragamnya, ada yang berupa hanger satuan (tapi lebih makan tempat), ada juga yang 1 gantungan terdiri dari beberapa bulatan tempat menggantung kerudung (multi). Saya memilih untuk menggantung kerudung segiempat di gantungan multi dengan menyusunnya sesuai gradasi warna, Hal ini memudahkan saya ketika memilih untuk dipadankan dengan warna busana. Pasmina dan bergo instan dari bahan kaus atau rajut, saya anjurkan untuk disimpan dengan cara dilipat atau digulung agar tidak cepat mulur.

Ayo, lakukan hal ini mulai dari sekarang. Sayangi koleksi kerudungmu agar bisa sempurnakan penampilanmu.

Samakah Rajut & Kaus?

Banyak orang mengira, kalau rajut dan kaus itu berbeda. Padahal jika dilihat dari konstruksi benang, keduanya adalah jenis yang sama. Kok bisa?

Bahan rajut yang selama ini banyak ditemui pada sweater atau baju hangat, seringkali dianggap berlainan dengan bahan kaus yang dipakai untuk membuat t-shirt. Bila dilihat lebih cermat, keduanya punya konstruksi benang yang sama, yaitu saling mengait. Hal ini berbeda dengan bahan tenun yang konstruksi benangnya saling menganyam. Jadi sebenarnya, rajut dan kaus adalah tipe bahan yang sama. Keduanya dikelompokkan dalam bahan knitted atau rajut dalam Bahasa Indonesia.

Bahan rajut punya banyak macam. Pernah mendengar bahan jersey atau rib? Nah keduanya termasuk dalam tipe bahan rajut. Dasarnya sama, saling mengait tetapi dengan konstruksi yang sedikit berbeda.

Lalu spandex, ini juga keliru jika disebut sebagai "bahan". Karena spandex itu hanya seutas benang yang ditambahkan dalam konstruksi rajut agar elastisitasnya lebih lentur. Sebetulnya tanpa spandex, bahan rajut sudah elastis karena konstruksi benangnya saling mengait sehingga bisa mulur ketika ditarik.

Sifat elastis inilah yang membuat tunik dan gamis elzatta, yang disebut terbuat dari bahan "spandex" atau "jersey", terasa nyaman dan sesuai untuk semua postur tubuh, selain tentunya karena bahannya lembut.

Nah, tulisan ini sekadar pengetahuan buat Fams, agar saat mendengar “istilah” yang salah, Fams sudah mengetahui yang sebenarnya. Begitulah, kadang "bahasa pasar" berbeda dengan "bahasa ilmu/ teori".