elzatta X Chacha Frederica klik disini

Tren Print 2019

Gaya hidup leisure dan traveling menjadi inspirasi motif di tahun mendatang.

  

Menurut laporan trend forecaster, motif yang akan digemari adalah motif-motif yang terinspirasi dari gaya hidup leisure dan traveling.

 

Sementara untuk gaya busana, bohemian style yang menjadi icon di tahun 70-an akan kembali mewarnai.

 

Dari sekian jenis motif yang diperagakan dalam fashion runway koleksi desainer-desainer terkemuka dunia, beberapa di antaranya bisa diaplikasikan dalam busana muslim:

  

Tie Dyed

Tie dyed termasuk jenis motif tradisional yang banyak digunakan sebagai teknik membuat motif pada kain di beberapa negara di Asia, seperti Jepang dan Indonesia.

 

Diaplikasikan dalam berbagai bahan dan aneka kategori busana, tie dyed diramal akan menjadi tren.

  

Paisley

Meski sedikit terlupakan setahun belakang ini, motif klasik paisley kini muncul kembali dalam scarf.

 

Paisley berasal dari Persia, namun namanya berasal dari daerah di Skotlandia di mana motif ini pertama kali dibuat.

 

Paisley yang digemari adalah paisley dengan sedikit kerumitan bentuk tetapi dalam paduan warna terang.

  

Polka Dots

Motif dots yang berkesan ultra-modern ini kembali muncul. Disebut sebagai motif retro, polkadots kini hadir dalam gaya simpel dengan 1 atau 2 warna saja.

 

Stripe

Motif stripe atau garis-garis masih terus disukai. Kini stripe banyak sekali ragam kombinasi warnanya. Tahun ini, stripe muncul dalam kombinasi warna klasik.

Klasik Si Tahan Banting

Penggemar busana bergaris klasik patut berbahagia karena selalu terlihat fashionable dengan pilihan gayanya yang ada di setiap tahun, bahkan mungkin sepanjang 5 tahun ini.

 

Beberapa dari koleksi Elzatta bergaris klasik. Namun seperti 'tahan banting', koleksi ini tetap terlihat kekinian dengan padanan items yang sesuai era.

 

Gamis maupun tunik bersiluet A line termasuk bergaris klasik. Akan tetapi dengan pilihan detail ruffle (rempel) dibandingkan flare, keduanya terlihat lebih kekinian.

 

Adapun pilihan tampilan polos maupun motif klasik semisal bunga atau paisley, tetap membuat kesan fashionable gamis dan tunik A line tersebut.

 

Busana bergaris klasik adalah busana yang dianggap 'aman' oleh para wanita karena sesuai untuk semua figur tubuh dan usia.

 

Di Elzatta, selain gamis maupun tunik A line, outer bergaya long vest juga termasuk item klasik yang selalu dicari.

 

Jadi, untuk yang belum mengkoleksi item klasik, jangan ragu. Mirip basic style, item ini akan selalu terpakai di sepanjang waktu.

                                                    Gamis Malta                                                   

 

 

Azra divia

Memelihara Baju Pesta

Baju pesta tidak perlu dicuci laundry atau dry clean, karena kita bisa mencucinya sendiri di rumah.

 

Baju pesta biasanya berbahan halus dari silk atau sejenisnya. Yang perlu diperhatikan adalah membersihkan noda yang ada, sesegera mungkin.

 

Bersihkan noda menggunakan sabun halus, gosok dengan tangan, hindari menyikatnya.

 

Untuk noda bekas semprotan parfum, usap lembut dengan spons atau kain lap yang sudah diberi sedikit cuka.

 

Jika sudah beberapa kali dipakai dan terlihat kotor, rendam selama 5-10 menit dalam air keran yang telah diberi 2-3 tetes sampo.

 

Hindari memeras baju. Jemur di tempat yang teduh dengan menggunakan hanger. Baju yang sudah kering, dapat langsung disimpan tanpa perlu disetrika. Mudah kan?

Asal Muasal Nama Bahan

Sering mendengar nama bahan seperti ceruti, paris, spandex, atau scuba? Pernahkah terpikirkan dari mana asal nama-nama itu?

 

Bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia akedemis khususnya di bidang fashion, atau mereka yang belajar secara formal bidang tekstil, akan terheran-heran mendengar penamaan bahan di lingkungan fashion market sekarang ini.

 

Contohnya Cerruti. Sebenarnya adalah nama seorang desainer kelahiran Italy, Nino Cerruti yang mendirikan fashion brand di tahun 1967 di kota Paris.  

 

Entah siapa yang memulai menggunakan nama cerruti untuk bahan yang aslinya adalah polyester chiffon crepe.

 

Polyester merupakan kandungan seratnya, chiffon konstruksi bahannya, dan crepe adalah konstruksi benangnya.

 

Lalu, siapa tak kenal dengan kerudung segiempat berbahan "paris"? Ternyata bahan yang dimaksud adalah bahan poliester dengan sedikit katun.

 

Dibuat lebih tipis dari katun pada umumnya untuk memberi kesan katun halus. Sebelumnya, bahan paris lebih dulu dinamakan katun voal. Diambil dari voile atau kerudung dalam Bahasa Perancis.

 

Ada juga penamaan bahan berasal dari kandungan yang ada dalam bahan tersebut, walaupun salah kaprah, misalnya bahan "spandex".

 

Karena sampai sekarang, tidak ada bahan yang 100% dibuat dari spandex. Spandex sendiri merupakan merk dari serat yang bersifat stretch (serat polyurethane).

 

Ada pula penamaan bahan yang menggunakan nama daerah atau kota asal suatu bahan dibuat pertama kali, misalnya bahan "denim" atau "jeans".

 

Denim, diproduksi perdana di sebuah kota di Perancis bernama "Nimes" lengkapnya "Serge de Nimes".

 

Sedangkan jeans berasal dari Bahasa Perancis untuk nama daerah di Italia, Genoa yang memproduksi bahan ini.

 

Untuk nama bahan scuba, beda lagi kisahnya. Dinamakan demikian karena karakter bahan knitted ini elastis dan tebal, menyerupai bahan baju selam.

 

Nama scuba diambil dari sebutan kegiatan menyelam dalam Bahasa Inggris yaitu scuba diving.

A Line

A Line

Istilah A Line begitu familiar untuk kita, pecinta fashion. Tak terkecuali, buat mereka yang bukan pemerhati fashion, pasti pernah mendengar istilah siluet A line, gamis A line ataupun rok A line.

 

Bentuk A line ini mudah dipahami, karena apa yang disebutkan sama dengan yang dimaksud. "A" berarti semua siluet busana yang bentuknya mekar atau melebar di bagian bawah seperti halnya bentuk huruf "A" kapital.

 

Dalam gamis, garis A line dimulai dari bahu kemudian mulai melebar ke bawah dengan bagian pinggang dan pinggul longgar. Sedangkan untuk rok, titik mula A line adalah di pinggang dan terus melebar hingga ujung bawah rok.

 

Potongan melebar ini biasanya disebabkan kupnat, atau bantuan lipit-lipit, atau memang polanya sengaja dibentuk menyerupai huruf "A".

 

Siluet A line sesuai untuk semua bentuk tubuh wanita. Ingat gamis ikonnya Elzatta, Azra? Nah itulah contoh gamis dengan siluet A line.

 

Ditelusuri dalam sejarah fashion, siluet A line pertama kali diciptakan oleh desainer Christian Dior di tahun 1955 dalam rok A line-nya. Saking epic-nya, rok ini dikenang sebagai salah satu revolusi fashion.

 

Kemudian di tahun 1958, bekas asistennya, Yves Saint Laurent, membuat rancangan dress dengan siluet A line yang menjadi debutnya sebagai seorang desainer.

 

Di tahun 1980-an siluat A line sempat tenggelam, kalah pamor dengan siluet structured seperti blazer dengan bahu lebar pada masa itu.

 

Tetapi setelah era 80-an, siluet A line kembali digemari hingga kini dan telah menjadi siluet klasik yang disukai sepanjang masa.

Cerita di Balik Mukena

Cerita di Balik Mukena

Tidak ada yang tahu asal muasal kata "mukena". Perlengkapan ibadah Muslimah khas Indonesia ini, pertama kali dikenalkan di zaman Walisongo.

 

Mukena merupakan hasil kompromi antara Walisongo dengan masyarakat Jawa di masa itu, yang dalam keseharian masih mengenakan kain panjang dan kebaya membentuk tubuh.

 

Karena sulit meninggalkan pakaian sehari-hari, maka ketika beribadah, barulah mereka mengenakan mukena, yang dianggap lebih sesuai syariah Islam, karena berpotongan longgar dan tertutup, hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangan.

 

Mukena atau telekung sebagai perlengkapan ibadah, hanya dikenal di negara-negara mayoritas Muslim di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia maupun Brunei.

 

Sedangkan di negara lain, Muslimah biasanya salat dengan mengenakan tambahan berupa abaya atau baju panjang menyerupai jubah. Ada juga yang salat mengenakan baju keseharian yang longgar dan tidak membentuk tubuh.

 

Mukena mengalami perkembangan desain yang luar biasa. Sekarang ini sudah banyak variasi model mukena. Tidak hanya penambahan berupa renda atau lainnya, modelnya pun beragam. Ada yang 2 pieces (atasan dan rok menyerupai sarung), 1 piece dan abaya.

 

Ada pula mukena travel. Di Elzatta, produk ini menjadi salah satu favorit. Karena praktis dan mudah dibawa, berkat bentuknya yang ringkas dan berbahan ringan hingga bisa dilipat mini.

 

Juga tidak melulu berwarna putih, tapi lebih variatif warnanya, bahkan ada yang berwarna hitam, dengan aneka motif yang menarik.

 

Bahan yang dipakai pun semakin kaya. Seperti halnya mukena kaus atau jersey yang kini mudah didapatkan.

 

Konsumen memiliki pilihan variatif mulai dari bahan, warna, model atau tipe mukena. Tinggal pilih saja yang diinginkan!

 

(sumber: www.aqieni.com, Wikipedia)